RSBM
an image
Sebagai bahan bakar atau sumber energy bagi tubuh, gula dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan tubuh. Tetapi apabila gula dalam darah berlebih karena sel tubuh tidak mampu menyerapnya, maka gula dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada organ tubuh yang lain karena secara perlahan lahan gula berubah fungsinya menjadi racun bagi tubuh kita.

DM atau Diabetes Melitus adalah kondisi dimana konsentrasi gula (glukosa) darah berada diatas normal dalam jangka waktu lama ( kronis ). Penyandang diabetes atau disebut Diabetisi harus menjaga agar kadar atau konsentrasi gula darahnya terkendali dengan baik untuk mencegah timbulnya komplikasi di kemudian hari. Selain dengan menjaga gaya hidup sehat dengan pengaturan pola makan,olah raga dan pengobatan,hal lain yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium saat evaluasi awal biasanya meliputi pemeriksaan :
1. Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial
2. HbA1c, kemudian pemeriksaan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali .
3. Profil lipid (cholesterol total, cholesterol HDL, Cholesterol LDL, Trigleserid)
4. Creatinin
5. Albumin Urine
6. Urinalis ( keton,sedimen dan protein dalam urine )

Pemeriksaan glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan hanya dapat menggambarkan konsentrasi glukosa darah pada saat diukur saja dan makanan, olah raga serta obat sangat mempengaruhinya. Jadi pemeriksaan ini tidak dapat menggambarkan bagaimana pengendalian konsentrasi glukosa dalam jangka panjang. Untuk itu diperlukan pemeriksaan konsentrasi HbA1c setiap 3 bulan sekali untuk menilai pengendalian DM.

Apakah HbA1c itu? HbA1c adalah zat yang terbentuk dari reaksi antara glukosa (gula) dengan haemoglobin yaitu bagian dari sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh. HbA1c yang terbentuk akan tersimpan dan tetap bertahan didalam sel darah merah selama kurang lebih 3 bulan,sesuai masa hidup sel darah merah. Jumlah HbA1c yang terbentuk tergantung kadar gula didalam darah sehingga hasil pemeriksaan HbA1c dapat menggambarkan rata rata kadar gula darah selama kurang lebih 3 bulan.

Dengan memeriksa HbA1c, diabetisi dapat menilai pengendalian diabetesnya dengan tujuan untuk mencegah komplikasi diabetes. Selain itu, pemeriksaan HbA1c juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas perubahan terapi setelah 2 - 3 bulan. Pemeriksaan gula darah tetap diperlukan dalam pengelolaan diabetes, terutama untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul akibat perubahan kadar gula darah secara mendadak.

Jadi pemeriksaan HbA1c tidak dapat menggantikan maupun digantikan oleh pemeriksaan glukosa darah, tetapi pemeriksaan ini saling menunjang untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai kualitas pengendalian diabetes seseorang. HbA1C dapat diperiksa dilaboratorium RS Brayat Minulya, karena pemeriksaan ini tidak dipengaruhi oleh asupan makanan, obat maupun olah raga, maka diabetisi dapat melakukan pemeriksaan ini kapan saja tanpa persiapan khusus.

Bagaimana cara menilai hasil HbA1C ?
Hasil HbA1c < 6.5 % : berarti kendali diabetes baik.
Hasil HbA1c 6.5 - 8 % : berarti kendali diabetes sedang.
Hasil HbA1c > 8 % : berarti kendali diabetes buruk.