Aksi Donor Darah Paroki St. Paulus Kleca Ke-5 untuk Tahun 2025
Catatan dr. Albertus Septian Rahardi.
Donor darah ke-5 dilaksanakan
pada Minggu, 28 Desember 2025 di Aula Berthier Gedung Pastoral Paroki Santo Paulus Kleca Surakarta
Bersamaan dengan
- Hari Raya Keluarga Kudus Nazaret
- Penutupan Tahun Yubelium
Jumlah kunjungan 46 orang
Diterima 42 orang
Ditolak 4 orang karena masih dalam kondisi pemulihan dari sakit
Menutup agenda aksi donor darah paroki 5 kali dalan setahun dengan target donasi 250 kantong darah.
Ketercapaian pada tahun 2025 sejumlah 237 kantong darah donasi, 94,8% dari sasaran yang ditetapkan.
Ketercapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi penyelenggaraan yang didukung juga oleh paroki dan peran aktif dari umat.
Penggerak Donor Darah Paroki:
- dr. Albertus Septian Rahardi
- dr. Natalia Neny alias Liong Pek Gok
- Ibu Nuswanti Anhi
- Sdr. Dali
- Sdri. Theresia Trivika
Kerja sama rutin dengan PMI Kota Surakarta
Sekilas mengenai donor darah
Donor darah rutin
Donor darah merupakan aksi sosial mendonasikan darah bagi sesama. Sebagai mana diatur dalam undang-undang kesehatan maupun ketentuan internasional mengenai donasi organ, organ, termasuk darah, dilarang untuk diperjual belikan.
Donasi darah tersebut sangat penting dalam pengobatan beberapa kasus kedokteran.
Penderita thalasemia dan anemia autoimun yang tidak terkontrol dengan pengobatan sering kali membutuhkan transfusi ini secara rutin.
Selain kasus di atas pada kasus kecelakaan, persalinan, dan prosedur bedah berat juga memerlukan bantuan darah.
Selain bagi sesama, donor darah rutin memberikan beberapa manfaat bagi pendonor.
Secara keyakinan, beberapa pendonor menyatakan bahwa setelah donor darah mereka menjadi ringan. Hal ini tidak terlepas dari beban eliminasi darah merah yang terbantu dengan penyadapan darah pada tindakan donor darah.
Selain itu, pendonor juga mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan melalui proses skrining.
Hasil skrining sederhana dapat dipantau secara mandiri melalui aplikasi "Ayo Donor" yang juga disediakan PMI.
Skrining lanjutan, dilaksanakan di unit pemeriksaan darah PMI untuk memastikan darah yang akan didonasikan aman dan berkualitas.
Adanya temuan masalah pada darah pendonor akan diinformasikan kepada yang bersangkutan.
Persyaratan donor darah
Calon pendonor haruslah dalam kondisi sehat. Secara khusus tentunya bebas dari penyakit menular maupun kanker.
Beberapa penyakit endokrin-metabolik dan degenerasi, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan paska stroke mungkin masih diizinkan sepanjang terkontrol dan lolos skrining.
Secara moral, tentunya kita perlu mempersembahkan darah terbaik bagi sesama.
Kita perlu memastikan bahwa kita tidak membawa penyakit bagi sesama.
Istirahat cukup dan makan makanan bergizi harian secara rutin tentunya akan membantu produksi darah yang berkualitas.
Meskipun tidak dipersyaratkan dalam skrining, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol berlebihan juga meningkatkan kualitas darah kita.
Hal ini tidak semata-mata untuk donor darah saja, tapi juga untuk kesehatan diri kita dan untuk kesejahteraan orang-orang yang kita sayangi.
Salam sehat, salam semangat
dr. Albertus Septian Rahardi