IPAL RS Brayat Minulya Surakarta
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RS Brayat Minulya merupakan sistem yang dirancang khusus untuk mengolah air limbah dari kegiatan rumah sakit agar aman sebelum dibuang ke lingkungan.
Sistem ini menghilangkan kontaminan seperti mikroorganisme patogen dan zat organik yang berbahaya dari air limbah yang berasal dari kegiatan rumah sakit.
IPAL rumah sakit bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat sesuai dengan peraturan pemerintah.
Berikut ini berbagai hal tentang pengolahan air limbah yang diterapkan di RS Brayat Minulya yang disampaikan oleh Noni Carolina Putri, S.K.M.
Sumber air limbah RS Brayat Minulya berasal dari kegiatan di rawat jalan, ruang rawat inap, pencucian linen, dapur, kamar mandi, wastafel yang pembuangannya melalui saluran menuju IPAL.
Proses pengolahan air limbah yang diterapkan menggunakan Metoda Anaerobic, Aerobic dan Ozonisasi.
Metode Anaerobik
Metode anaerobik adalah sistem pengolahan air limbah yang menggunakan bakteri untuk menguraikan bahan organik tanpa oksigen
Prinsip Kerja: metode anaerobik memecah senyawa organik kompleks di air limbah menjadi senyawa yang lebih sederhana
Metode Aerobik
Metode aerobik adalah proses pengolahan air limbah yang menggunakan mikroorganisme (bakteri) yang membutuhkan oksigen untuk menguraikan bahan organik
Prinsip Kerja: oksigen disuplai secara terus-menerus ke dalam air limbah menggunakan aerasi mekanis seperti blower
Metode Ozonisasi
Metode ozonisasi adalah penggunaan ozon (O3) untuk mengoksidasi dan memurnikan air limbah dengan menginjeksikan ozon ke dalam air limbah
Prinsip Kerja: Ozon diinjeksikan ke dalam air limbah yang sudah diolah sebelumnya untuk mengoksidasi dan mendisinfeksi kontaminan.
Metode Pengolahan Air Limbah di RS Brayat Minulya
Sarana dan metoda pengolahan IPAL di RS Brayat Minulya memiliki beberapa tahapan yaitu:
1. Penyaringan awal /pretreatment (inlet)
2. Proses biologis yaitu equalisasi, anaerob, aerob
3. Pengering lumpur dan bak pengendap
4. Tahap filtrasi
5. Tahap Ozonisasi (plasma)
6. Kolam Indikator (outlet)
Selain itu IPAL RS Brayat Minulya sudah dilengkapi dengan peralatan tanggap darurat seperti tersedianya APAR, P3K, APD, Eye Washer dan Body Washer
RS Brayat Minulya bekerja sama dengan pihak ketiga jasa laboratorium lingkungan yang terakreditasi KAN untuk pengujian kualitas air limbah. Pengujian outlet air limbah dilakukan setiap bulan sekali.
Hasil pengujian outlet air limbah sudah sesuai dan tidak melebihi standar baku mutu yang dipersyaratkan yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No P 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Laporan pemantauan IPAL dan hasil uji laboratorium juga disampaikan rutin kepada Dinas Lingkungan Hidup
Hal ini sangat mendukung upaya RS Brayat Minulya untuk mengedepankan pelayanan dan keselamatan.
Di sisi lain juga mendukung ajakan Gereja untuk memelihara lingkungan dengan semangat "Laudato Sì".
Perawatan rutin
Program rutin yang dijalankan agar tidak terjadi gangguan dalam pengolahan IPAL adalah melakukan pemeliharaan perpompaan, pembersihan sekah, pengukuran dan pengecekan pH, debit, suhu air limbah.
Sekah merupakan bak penyaring air limbah dari kotoran padat. Kotoran padat disaring, diambil dan dibuang ke tempat pembuangan limbah B3.
Hal ini dilakukan supaya air limbah bersih dari kotoran-kotoran padat dan tidak terjadi sumbatan.
Selanjutnya air limbah diolah di sistem IPAL .
Bagian IPAL RS Brayat Minulya sebagai bagian dari pengaman dan pemelihara lingkungan akan terus berinovasi dan menyesuaikan perkembangan dalam pengelolaan IPAL temasuk mengikuti pelatihan-pelatihan bagi teknisi IPAL yang tersertifikasi.
Terakhir pelatihan diikuti Agus Priyono pelatihan kelistrikan dan perpompaan. ( JP - Katolikana.com Kamis 20/11/2025)
Tim Unit Sanitasi RS Brayat Minulya
1. Noni Carolina Putri, S.K.M. (Ka.Unit Sanitasi)
2. Siska Mutiara Jati, A.Md (Sanitarian Pelaksana)
3. Agus Priyono (Teknisi Sanitasi)
4. Banu Siswanto (Pelaksana Sanitasi)
5. Bagus Adi Wibowo (Pelaksana Sanitasi)