Misa Jumat Pertama di RS Brayat Minulya Surakarta: Mensyukuri dengan Pemberian Diri
Jumat 6 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Aula RS Brayat Minulya Surakarta diadakan Misa Jumat Pertama bulan Maret 2026. Direktur RS Brayat Minulya, para dokter, perawat dan pegawai ikut dalam Misa Jumat Pertama. Lebih dari 70 orang mengikuti Misa Jumat Pertama ini.
Memimpin perayaan Misa Jumat pertama Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Tradisi rutin
Misa Jumat Pertama di RS Brayat Minulya merupakan tradisi rutin devosi kepada Hati Kudus Yesus, bertujuan memperbaharui iman dan memohon berkat bagi pasien, pegawai, karyawan, perawat, dokter, dan managemen rumah sakit.
Misa Jumat Pertama merupakan perayaan iman sebagai lambang syukur atas kasih dan penebusan Kristus. Selain itu secara khusus menguatkan pasien dalam penderitaan dan mendoakan para tenaga medis dan non medis yang berkarya di RS Brayat Minulya Surakarta.
Dari sisi pelayanan, Misa Jumat Pertama merupakan kegiatan pelayanan pastoral care di RS Brayat Minulya.
Homili Misa
Bacaan yang direnungkan dalam Misa diambil dari Kejadian 37:3-4, 12-13a, 17b-28. Dan dari Injil Matius 31:33-43, 45-46.
Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF dalam homili mengajak komunitas RS Brayat Minulya untuk membangun komunitas networking yang menjauhkan dari sikap iri hati. Sikap iri hati seperti halnya virus yang perlu di waspadai. Iri hati, kelihatannya sederhana tetapi dampaknya luar biasa bisa memunculkan kejahatan-kejahatan yang lain.
Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF mengajak melakukan refleksi : "Apakah aku termasuk pribadi yang mudah iri hati?"
"Jika ada satu orang dalam tim yang memiliki virus iri hati maka akan mengganggu kinerja tim. Orang lain akan dianggap musuh. Bahkan yang paling tragis jika orang lain bahagia ia merasa aku menderita," ungkap Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF.
Pemberian diri yang total
Harapannya sebagai komunitas, RS Brayat Minulya tidak mengalami kerusakan 'networking' atau jaringan karena adanya orang yang iri hati. Maka sebagai anggota komunitas RS Brayat Minulya hendaknya memiliki rasa bersyukur, rasa berterima kasih. Jika memiliki rasa bersyukur akan dijauhkan dari rasa iri hati.
"Pada Perayaan Jumat Pertama, bulan Maret ini, apalagi menyongsong Pekan Suci, jangan sampai menjadi pribadi yang terombang-ambing. Dari ungkapan "Hosana-hosana" berubah menjadi "Salibkan Dia". Mari mensyukuri kepercayaan bekerja di RS Brayat Minulya dengan pemberian diri yang total", kata Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF mengakhiri homili. (JP)