Misa Jumat Pertama Menjadi Pribadi Integratif Selaraskan Head, Heart dan Hand
Pastoral care RS Brayat Minulya menyelenggarakan Misa Jumat Pertama pada setiap awal bulan.
Jumat, (7/11/2025) Pukul 11.00 - 12.15 WIB, Jajaran Managemen, para dokter, perawat dan pegawai RS Brayat Minulya hadir mengikuti Perayaan Ekaristi Jumat Pertama di Aula RS Brayat Minulya. Tidak kurang dari 50 orang mengikuti Perayaan Ekaristi Jumat Pertama.
Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Hibertus Hartono, MSF Vikaris Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Merenungkan sabda
Bacaan yang dibacakan dalam liturgi sabda dari Surat Rasul Paulus pada Jemaat di Roma : 15:14-21 tentang pewartaan Paulus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dengan ketaatan pada Injil.
Bacaan Injil Lukas 16:1-8 tentang bendahara yang tidak jujur tetapi cerdik.
Cerdik dan melalui jalan-jalan kebaikan
Romo Hibertus Hartono, MSF dalam homili mengajak komunitas umat di RS Brayat Minulya Surakarta untuk memiliki kecerdikan namun melalui jalan-jalan kebaikan.
Kesulitan, tantangan dan persoalan yang sering dihadapi orang muaranya ada dua.
Pertama persoalan menjadikan lelah dan menyerah.
Kedua persoalan menggerakkan orang mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Menjadi orang yang kreatif.
"Seorang pelaut yang tangguh mampu mengatasi gelombang laut yang tidak mudah. Seorang sopir menjadi sopir yang baik apabila mampu melewati jalan-jalan yang tidak rata dan terjal," kata Romo Hibertus Hartono, MSF
Hal ini memberikan gambaran jika menghadapi persoalan perlu mencari solusi kreatif. Persis seperti yang dialami bendahara dalam bacaan Injil.
Dipuji bukan karena kejujurannya tetapi karena kecerdikannya.
Belajar dari bendahara yang cerdik apabila menghadapi persoalan selalu kreatif dan menemukan solusi.
Menjadi orang yang 'solutif' dan menjadi berkat bagi orang lain.
Head, Heart, Hand
Kendati demikian Romo Hibertus Hartono, MSF mengingatkan, agar jalan yang ditempuh jangan seperti bendahara. Selain cerdik harus melalui kejujuran. Melalui jalan-jalan kebaikan.
Bertindak secara moral tujuan harus baik, maksud dan cara yang ditempuh juga harus dilaksanakan dengan baik.
"Maka selain kreatif dan solutif perlu adanya sikap integratif. Menjadi seorang yang utuh. Tidak seperti seorang bendahara yang tidak jujur. Sehingga ada kesesuaian, keselarasan apa yang dipikirkan sesuai dengan hati, dan gerakan tindakan. Ada kesesuaian head (isi kepala), heart (hati) dan hand (tangan atau tindakan). Bukan NATO (Not Action Talk Only)", ungkap Romo Hibertus Hartono, MSF mengakhiri homili. (JP)