Dalam Kasih Tuhan Kami Melayani
Emergency : (0271) 727227
Call Centre : (0271) 716646
MENU

Misa Jumat Pertama Menjadi Pribadi Integratif Selaraskan Head, Heart dan Hand

Pastoral care RS Brayat Minulya menyelenggarakan Misa Jumat Pertama pada setiap awal bulan. 

Jumat, (7/11/2025) Pukul 11.00 - 12.15 WIB, Jajaran Managemen, para dokter, perawat dan pegawai RS Brayat Minulya hadir mengikuti Perayaan Ekaristi Jumat Pertama di Aula RS Brayat Minulya. Tidak kurang dari  50 orang mengikuti Perayaan Ekaristi Jumat Pertama. 

Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Hibertus Hartono, MSF Vikaris Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.

Merenungkan sabda
Bacaan yang dibacakan dalam liturgi sabda dari Surat Rasul Paulus pada Jemaat di Roma : 15:14-21 tentang  pewartaan Paulus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dengan ketaatan pada Injil. 

Bacaan Injil Lukas 16:1-8 tentang bendahara yang tidak jujur tetapi cerdik.

Cerdik dan melalui jalan-jalan kebaikan
Romo Hibertus Hartono, MSF dalam homili mengajak  komunitas umat di RS Brayat Minulya Surakarta untuk memiliki kecerdikan namun melalui jalan-jalan kebaikan. 

Kesulitan, tantangan dan persoalan yang sering  dihadapi orang muaranya ada dua.
Pertama persoalan menjadikan lelah dan menyerah. 
Kedua persoalan menggerakkan orang mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Menjadi orang yang kreatif.
"Seorang pelaut yang tangguh mampu mengatasi  gelombang laut yang tidak mudah. Seorang sopir menjadi sopir yang  baik apabila mampu melewati jalan-jalan yang tidak rata dan terjal," kata Romo Hibertus Hartono, MSF 

Hal ini memberikan gambaran jika menghadapi persoalan perlu mencari solusi kreatif. Persis seperti yang dialami bendahara dalam bacaan Injil.

Dipuji bukan karena kejujurannya tetapi karena kecerdikannya. 

Belajar dari bendahara yang cerdik apabila menghadapi persoalan selalu kreatif dan menemukan solusi. 
Menjadi orang yang 'solutif' dan menjadi berkat bagi orang lain.

Head, Heart, Hand
Kendati demikian Romo Hibertus Hartono, MSF mengingatkan,  agar jalan yang ditempuh jangan seperti bendahara. Selain cerdik harus melalui kejujuran. Melalui jalan-jalan kebaikan. 

Bertindak secara moral tujuan harus baik, maksud dan cara yang ditempuh juga harus dilaksanakan dengan baik. 

"Maka selain kreatif dan solutif perlu adanya sikap integratif. Menjadi seorang yang utuh. Tidak seperti seorang bendahara yang tidak jujur. Sehingga ada kesesuaian, keselarasan  apa yang dipikirkan sesuai dengan hati, dan gerakan tindakan. Ada kesesuaian head (isi kepala), heart (hati) dan hand (tangan atau tindakan). Bukan NATO (Not Action Talk Only)", ungkap Romo Hibertus Hartono, MSF mengakhiri homili. (JP)

IGD 24 Jam E-PASIEN JADWAL DOKTER Customer Care Medical Checkup