Dalam Kasih Tuhan Kami Melayani
Emergency : (0271) 727227
Call Centre : (0271) 716646
MENU

RS Brayat Minulya Surakarta Goes to SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada pengalaman yang bermakna (meaningful), sadar (mindful) dan menggembirakan (joyful) telah diterapkan mulai dari Sekolah Dasar (SD).

Termasuk diantaranya SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta.

Pendekatan "Deep Learning" di SD Kanisius Keprabon 02 diintegrasikan dalam Kegiatan Edukasi Pencegahan Perilaku Negatif pada Anak dengan tema "Jadilah Pahlawan Kebaikan di Sekolah" dan "Sahabat Hebat, Hati Dekat".

Acara digelar Rabu, 17 Desember 2025, Pukul 07.30 - 10.00 WIB di Aula SD Kanisius Keprabon 02. 

Tema pertama untuk siswa-siswi  kelas 1,2 dan 3 diikuti  sebanyak 191 anak. Sedangkan tema kedua untuk siswa-siswi klas 4,5 dan 6 diikuti sebanyak 159 anak.

Nara sumber dalam edukasi ini dr. Anastasia Venny Yustiana, M. Biomed, Sp.KJ psikiater dari RS Brayat Minulya Surakarta.  Tampak hadir bersama dr. Anastasia Venny Yustina, dr. Elisabeth Sisilowati, M.M. Kabag Humas dan Marketing RS Brayat Minulya dan Immanuel Christmas Wahyu Suwarno Pegawai Humas dan Marketing RS Brayat Minulya.

Cegah bullying
Salah satu persoalan yang sekarang sering terjadi di sekolah, di rumah, di lingkungan atau di masyarakat serta cyber  yaitu bullying (perundungan). 

Pengalaman anak klas 1,2,3 SD Kanisius Keprabon 02  tentang perundungan menjadi pengalaman nyata  yang dihadapi sekolah dan disadari untuk dicegah  dan diganti dengan sikap baik, menjadi "Pahlawan Kebaikan di Sekolah"

Kebiasaan anak melakukan  perundungan misalnya menendang, mengejek, merendahkan teman, mengucilkan, dan 'dinakali' oleh anak paling nakal di kelas, menjadi fenomena yang perlu dihilangkan di sekolah.

Dokter Anastasia Venny Yustina mengawali pendampingan bagi siswa-siswi kelas kecil. Ia menanyakan kepada anak-anak sosok seorang pahlawan dan menjelaskan dalam konteks kekinian.

Selanjutnya dr. Anastasia Venny Yustina menjelaskan tentang bullying atau perundungan sebagai perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik ataupun  sosial di dunia nyata maupun dunia maya  yang membuat seseorang tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok.


"Akibat bullying anak merasa takut, tidak percaya diri, tidak mau sekolah hingga menyebabkan putus sekolah," kata dr. Anastasia Venny Yustina.

Pada sesi tanya jawab seorang anak bertanya bagaimana jika ada temannya yang suka membuli  yaitu suka menyindir? 

Dokter Anastasia Venny Yustina memberikan jawaban agar berani menghentikan temannya yang suka membuli dengan mengungkapkan apa yang sebenarnya ada. Jika tidak berani mengungkapkan bisa dilaporkan pada bapak ibu guru di sekolah.

Menjawab pertanyaan anak yang bertanya tentang bagaimana akibat yang terjadi jika seorang anak bermain game on line terlalu lama?
Dokter Anastasia Venny Yustina menjawab bahwa efek  bermain game terlalu lama akan mengakibatkan:
1. Penurunan kesehatan Fisik( Masalah penglihatan, gangguan tidur,  nyeri otot)
2. Emosi tidak stabil
3. Malas berinteraksi dengan lingkungan
4. Penurunan prestasi belajar

Mengakhiri pendampingan bagi kelas 1,2, 3 SD Kanisius  Keprabon 02 dr. Anastasia Venny Yustina mengajak anak-anak  menjadi pahlawan yakni orang yang  berani membela kebenaran. 

"Siapa saja bisa menjadi pahlawan termasuk anak-anak yang membantu membela teman yang sedih karena dibuli" kata dr. Anastasia Venny Yustina.


Pertemanan yang sehat

Sesi ke-2 dr. Anastasia Venny Yustina dihadapan para murid  kelas 4,5,6 SD Kanisius  Keprabon 02 mengungkakpan bahwa pada usia anak-anak kelas 4 sampai 6 merupakan waktu penting untuk berteman. 

Ciri- ciri teman yang baik:
1. Saling menghormati, saling mendukung, saling percaya.
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Membawa pengaruh yang baik.
4. Menghargai perbedaan
5. Menyelesaikan konflik dengan baik
6. Saat diandalkan saat kondisi susah.

Selanjutnya dr. Anastasia Venny Yustina menyampaikan kepada siswa-siswi untuk membangun pertemanan yang sehat dengan:
Memberikan dukungan,
Mendengarkan teman,
Menghargai keputusan teman,
Tidak membicarakan teman di belakangnya
Menghormati batasan yang dimiliki teman
Menerima dan memaafkan

Mengakhiri pendampingan bagi siswa kelas 4,5,6 SD Kanisius Keprabon 2, dr. Anastasia Venny Yustina mengingatkan siswa-siswi agar wapada terhadap pertemanan yang tidak sehat dan pertemanan yang toxic.

Atensi yang baik
RS Brayat Minulya goes to SD Kanisius Keprabon 02 mendapat atensi yang baik dari Kepala Sekolah Eleonora Dyan S.Pd., para guru dan siswa siswi.

Bahkan siswa-siswi sangat antusias ketika ditanya oleh dr. Elisabeth Susilowati, M.M  siapa yang punya cita-cita menjadi dokter? 

Banyak siswa-siswi yang mengangkat tangan memberi tanggapan atas pertanyaan dr. Elisabeth Susilowati.


Semoga selain edukasi, pendampingan kesehatan mental siswa-siswi juga memberi dorongan bagi siswa-siswi untuk meraih cita-cita menjadi dokter atau tenaga medis.

Tulisan ini telah dimuat di sesawi.net, 20 Desember 2025 (JP)