RS Brayat Minulya Surakarta Payung Natal Hadirkan Nuansa Kedamaian
Nuansa Natal menghadirkan sukacita. Nuansa ini bukan sekedar rutinitas namun punya makna religiositas, semakin meningkatkan makna keimanan.
Tahun 2025 ini tema natal yang diangkat berpusat pada pesan kasih, harmoni, dan keluarga yakni
"Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" (Matius 1:21-24)
RS Brayat Minulya telah menghadirkan nuansa natal dengan memasang pernak-pernik hiasan natal.
Mulai di pintu masuk utama rumah sakit tampak hiasan pohon natal, juga di dekat lift, di beberapa pojok ruang dan depan bangsal pelayanan.
Lagu-lagu bertemakan natal mengalun dengan lembut, terdengar di ruang-ruang rumah sakit menyebarkan sukacita, damai, kasih, kebahagiaan dan harapan.
Meneguhkan rasa syukur atas keselamatan yang datang dari Allah melalui kelahiran Putera-Nya di dunia.
Payung natal
Hiasan tampak secara spesial di koridor menuju Gedung Santa Clara RS Brayat Minulya dipasang belasan payung berwarni-warni.
Payung berwarna-warni dalam simbol natal, sebagai alternatif simbol pohon natal.
Hiasan dekoratif ini menghadirkan lambang perlindungan, keteduhan rohani, dan persatuan dalam keberagaman.
Hal ini meneguhkan nuansa damai natal diperuntukkan bagi semua insan, dengan berbagai latar belakang kehidupan.
Harapan ini selaras dengan ungkapan "melayani semua lapisan" yang menjadi semangat keselamatan RS Brayat Minulya.
Payung warna-warni yang disusun menjadi simbol kedamaian dan naungan Allah.
Payung dalam bahasa Jawa sering disebut "Songsong" memiliki makna simbolik dalam konteks natal.
1. Perlindungan dan Naungan.
Payung secara harafiah melindungi dari hujan dan terik matahari dan secara simbolis berarti Allah memberi perlindungan dan keteduhan rohani bagi umat-Nya.
Selain itu juga mengingatkan spirit 'berjaga-jaga' dalam menghadapi perubahan dalam dinamika perkembangan rumah sakit sesuai regulasi yang berlaku.
2. Keberagaman dan Kesatuan.
Payung - payung berwarna-warni melambangkan perbedaan yang menjadi latar belakang keluarga besar RS Brayat Minulya yang diharapkan dapat bersatu di bawah satu keluarga RS Brayat Minulya menciptakan keindahan dan kedamaian :"Dalam Kasih Tuhan Kami Melayani".
3. Harapan.
Pohon natal berbentuk payung juga bisa melambangkan harapan akan kebahagiaan dan sukacita kedatangan Kristus yang memberi naungan bagi semua insan dan ciptaan.
Damai di hati
Semoga seruan natal "Damai di Surga, Damai di Bumi, Damai di Hati" mengalir dalam Keluarga RS Brayat Minulya dan memberi daya : "Damai dalam Sukacita Melayani dan Menyelamatkan". (JP)