RS Brayat Minulya Surakarta Taat dan Teliti Instalasi Gizi
Taat dan teliti jadi komitmen yang dijunjung tinggi. Ini termasuk yang harus dijalani bagian instalasi gizi.
RS Brayat Minulya, lewat instalasi gizi berupaya melakukan penyajian gizi sesuai aturan yang ditetapkan, secara ketat, untuk memastikan pasien menerima nutrisi yang tepat sesuai dengan kondisi medis dan kebutuhan pemulihan pasien.
Berbagai standard aspek yang harus dipenuhi tidak diabaikan.
Aspek Medis.
Makanan disesuaikan dengan diet yang diresepkan dokter, mempertimbangkan penyakit, alergi, dan interaksi obat.
Aspek Kebersihan dan Keamanan (Sanitasi)
Proses penyiapan, penyimpanan, dan penyajian makanan mematuhi standar kebersihan tertinggi untuk mencegah kontaminasi silang dan penyakit bawaan makanan. Hal ini termasuk penggunaan peralatan yang steril, kebersihan para personel, dan suhu penyimpanan yang tepat
Aspek Gizi
Kandungan nutrisi (kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral) diukur dengan akurat sesuai kebutuhan pasien.
Aspek Kualitas
Makanan disajikan dalam kondisi yang layak, menarik, dan tepat waktu untuk mendorong nafsu makan pasien.
Instalasi Gizi di RS Brayat Minulya melakukan Manajemen Penyelenggaraan Makanan yang meliputi
Perencanaan Menu, Pemesanan dan Pembelian Bahan Makanan, Penerimaan Bahan Makanan, Penyimpanan Bahan Makanan, Pemasakan Bahan Makanan dan Distribusi Makanan.
Satu hal yang juga menjadi komitmen untuk dijaga dan tidak boleh terjadi 'malgizi' di RS Brayat Minulya Surakarta.
Tidak boleh terjadi malgizi
Malgizi adalah kondisi dimana pasien tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama dirawat di RS Brayat Minulya yang dapat memperburuk kondisi kesehatan dan memperlambat proses pemulihan pasien.
"Taat dan Teliti sebelum Melayani" di instalasi gizi memberikan dukungan pada pasien memiliki kepercayaan diri untuk sembuh, karena ketercukupan nutrisi gizi.
Hal ini sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang menjadi pedoman pemenuhan zat gizi harian (energi, protein, lemak, vitamin, mineral, air, dll.)
Sajian menu bervariasi
Sementara itu, penyajian menu pasien menggunakan standar 10 hari +1. Ini merupakan siklus menu standar 11 hari (10 hari siklus + 1 hari pengulangan/variasi) yang bervariasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien.
Hal ini disesuaikan dengan standar porsi dan diet khusus (biasa, lunak, halus), serta jadwal distribusi yang teratur untuk menjaga asupan gizi seimbang.
Residu makanan
Menurut Agnes Sri Widayati, AMG dan Andhika Vrista Nastiti S.Tr.Gz, dari Bagian Instalasi Gizi RS Brayat Minulya, Surakarta, mengungkapkan bahwa residu atau sisa makanan adalah salah satu indikator klinis yang mudah diamati untuk mengevaluasi asupan gizi dan nafsu makan pasien.
Sejauh ini di RS Brayat Minulya, sisa makanan yang tidak dikonsumsi pasien masih dalam kategori < 20%.
Hal ini menunjukkan tingkat selera makan, daya terima makan, dan kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi di RS Brayat Minulya Surakarta baik.
Pasien memiliki selera makan yang baik erat kaitannya dengan adanya kesesuain menu.
Melakukan evaluasi kontinyu
Bagian Instalasi Gizi RS Brayat Minulya senantiasa terus menerus mengamati, mengevaluasi asupan gizi dan nafsu makan pasien dalam hubungannya dengan pelayanan dan kesembuhan pasien. Evaluasi dilakukan secara kontinyu.
Penyajian dalam hal rasa, aroma, suhu, penampilan, variasi menu yang disesuaikan dengan penyakit, kondisi psikologis, dan nafsu makan pasien akan selalu menjadi perhatian dan pelayanan instalasi gizi RS Brayat Minulya Surakarta. (JP)