RS Brayat Minulya Solo: Misa Jumat Pertama dan Pemberkatan Ruang Rawat Inap
Surakarta, Katolikana.com – Perayaan Ekaristi Jumat Pertama menjadi wujud penghormatan pada Hati Kudus Yesus. Perayaan Ekaristi diikuti suster, dokter, perawat, pegawai dan karyawan RS Brayat Minulya Surakarta, di Aula, dipimpin Vikep Surakarta Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr pada Jumat (7/8/2026).
Usai Perayaan Ekaristi, Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr berkenan memberkati Ruang Rawat Inap Yosef, Theresia dan kamar jenasah yang telah selesai dilakukan renovasi.
Liturgi Sabda
Liturgi sabda mengambil bacaan pertama dari Nahum 1:15;2:2;3:1-3,6-7 dan bacaan Injil Matius 16:24-28. ( Link Liturgi sabda)
Permenungan yang disampaikan Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr dalam homili, setiap orang menginginkan kenyamanan. Berbagai cara diupayakan. Jika orang mengalami sakit berupaya mencari kesembuhan. Kesembuhan merupakan kenyamanan. Jika sakit pasti tidak nyaman.
Mencari dan menemukan kenyamanan memerlukan usaha dan perjuangan. Dalam perjuangan terkadang menghadapi ketidaknyaman. Maka ada pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Orang mau mengalami sakit, mengalami susah untuk mendapatkan kenyamanan.
Hari ini kita mendengarkan sabda Tuhan, ketika Yesus bersabda pada para muridnya. Yesus menawarkan sesuatu yang berbeda. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku”
Kecenderungan yang terjadi orang mengikuti kata hati. Bacaan ini mengajak untuk menanggalkan ego, rendah hati dan bersedia memikul salib. Artinya bersiap sedia berjuang mengusahakan hidup yang baik bagi diri dan sesama.
Yesus hadir ke dunia untuk menghadirkan keselamatan. Keselamatan tidak dilakukan dengan serta merta. Yesus rela menderita sengsara demi keselamatan manusia.
Yesus menawarkan kepada kita hidup bukan hanya untuk kenyamanan pribadi, namun hidup yang bermakna bagi diri sendiri dan sesama.
Bekerja di rumah sakit menjadi suatu yang bernilai, karena memberikan perhatian bagi yang berkesusahan karena sakit dan membantu mereka untuk mendapatkan kesembuhan. Tentu di situ membutuhkan kerja keras sebagai tanggung jawab pelayanan.
“Kita belajar dari Sabda Tuhan hari ini untuk siap memikul salib mengikuti Yesus, bekerja dengan sungguh, itulah wujud salib kita. Untuk mengerjakan segalanya, kita belajar pada teladan Yesus yang menyapa, menghadirkan kesembuhan pada mereka yang sakit, yang susah dan menderita. Di sanalah bekerja bukan hanya untuk hidup sendiri, hidup keluarga, namun juga untuk hidup sesama”, ungkap Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr.
Pemberkatan ruang rawat inap
Usai Perayaan Ekaristi dilakukan pemberkatan ruang rawat inap yakni Ruang Yosef, Ruang Theresia dan kamar jenasah yang telah selesai direnovasi.
Renovasi ruang rawat inap dilakukan untuk meningkatkan standar mutu pelayanan, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi pasien yang menjalani perawatan di RS Brayat Minulya. Hal ini dilakukan sesuai ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditetapkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Fasilitas perawatan yang setara dan adil
KRIS rumah sakit adalah sistem pelayanan rawat inap tunggal untuk peserta BPJS Kesehatan yang menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3. Kebijakan ini bertujuan memberikan fasilitas perawatan yang setara dan adil bagi setiap pasien.
Ketentuan utama KRIS diatur melalui Perpres No. 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan. Ketentuan tersebut diantaranya:
- Target kapasitas sebagai rumah sakit swasta minimal menyediakan 40% tempat tidur KRIS.
- Kriteria fasilitas ruang rawat, bangunan menggunakan bahan dinding dan lantai tidak berpori tinggi.
- Udara dan suhu ventilasi minimal 6 kali pergantian udara per jam serta suhu ruangan 20–26°C.
- Pencahayaan sesuai standar 250 lux untuk tindakan dan 50 lux untuk tidur.
- Kerapatan tempat tidur maksimal 4 tempat tidur per ruangan dengan jarak antartepi minimal 1,5 meter.
- Fasilitas tempat tidur dilengkapi 2 stop kontak, nurse call (bel perawat), nakas / lemari kecil ( bedside cabinet), dan outlet oksigen.
- Pemisahan ruangan dibedakan berdasar jenis kelamin, usia, serta jenis penyakit.
- Kamar mandi tersedia di dalam ruangan, ramah kursi roda, dilengkapi handrail (pegangan tangan di dinding area rawat) dan pintu membuka ke luar.
Renovasi kamar jenasah dilakukan untuk menghadirkan ruang yang semakin layak sebagai sarana memberikan penghormatan bagi pasien yang menghadap Tuhan. (*)
Sumber: JP - Katolikana.com (08/08/2026)
https://www.katolikana.com/2026/08/07/rs-brayat-minulya-solo-misa-jumat-pertama-dan-pemberkatan-ruang-ranap-inap/