Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta
Dalam Kasih Tuhan Kami Melayani
Emergency : (0271) 727227
Call Centre : (0271) 716646

Bahaya Vape Sama dengan Rokok Tembakau: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Rokok elektrik atau vape mulai merambah di Indonesia mulai tahun 2012 dan makin menjadi populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak yang menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Menurut Consumer Advocates for Smoke Free Alternative, vape sudah ada sejak tahun 1930 dan terus dikembangkan, tetapi awal mulanya hanya dipandang sebelah mata.  Vape mulai memiliki banyak peminat karena umumnya dianggap kurang berbahaya daripada merokok dengan tembakau dan sering digunakan sebagai alat untuk membantu berhenti merokok. Selain itu, bentuknya yang mudah dibawa, baterai yang memudahkan, dan pilihan cairan pengganti tembakau pada rokok yang relatif lebih murah membuat vape lebih diminati. Tercatat jika Indonesia menjadi negara yang menjadi konsumen terbanyak rokok dan vape yaitu sebanyak 25% pengguna. Namun, apakah benar vape lebih aman daripada rokok biasa? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh vape.

Apa Itu Vape?

Rokok dan vape telah menjadi barang populer dan favorit bagi hampir lebih dari 60 juta masyarakat sesuai dengan data survey yang diselenggarakan oleh Global Adult Tobacco Survey (GATS) Kemenkes di tahun 2021, meski begitu masih sedikit yang paham bahwa rokok dan vape memiliki banyak perbedaan. 

Rokok konvensional yang bahan utamanya adalah daun tembakau kering yang telah dicacah dan dibungkus dengan kertas, menjadi pemeran utama bagi pecinta barang ini. Beberapa komposisi alami didalamnya dicap mampu menghangatkan badan dan memberikan rasa rileks saat dikonsumsi. Hal tersebut merupakan salah satu alasan banyak pengguna rokok tetap bertahan dan tidak beralih ke vape. Kenikmatan saat membakar kertas rokok berisi daun tembakau tidak mampu digantikan oleh vape.

Sementara bagi penikmat vape, mereka lebih menyukai vape karena harganya yang lebih ekonomis. Adanya berbagai mesin vape yang disuguhkan juga cairan isian vape yang memiliki berbagai rasa yang di luar nalar menjadi daya tarik tersendiri. Hanya dengan 1 botol cairan vape, mereka sudah bisa menikmati berbagai varian seperti rasa buah, kue, bahkan minuman beralkohol di dalam 1 mesin. Kemudahan lain yang dimiliki vape adalah mesin yang mampu digunakan berulang kali dan dapat bertahan lebih dari 1 tahun dinilai lebih ekonomis dibandingkan rokok yang hanya berisi 12 batang dengan keadaan sekali habis setelah digunakan.

Sebenarnya bahan kimia yang terkandung pada rokok konvensional maupun vape sama-sama menghasilkan tar dan berbagai zat-zat beracun lainnya.  Pada rokok konvensional yang digulung, tembakau merupakan bahan utamanya. Dari tembakau inilah tar juga zat-zat mematikan lain dihasilkan. Berbeda dengan vape, senyawa nikotin terdapat bukan pada irisan tembakau kering tetapi pada cairannya yang sekaligus juga mengandung propilen glikol dan ribuan zat berbahaya lain. Penelitian ilmiah memperlihatkan jika 76,5% pengguna vape mempunyai ketergantungan nikotin lebih tinggi dari rokok biasa. Pada rokok asap sedangkan pada vape adalah uap cairan tersebut yang dihirup oleh penggunanya.

Kandungan Berbahaya dalam Vape

Menurut American Heart Association (AHA) vape tidak memberikan dampak positif untuk tubuh manusia, karena terkandung e-luqid yang memiliki zat-zat yang berbahaya untuk tubuh. Dan uang yang keluar dari vape pun bukanlah uap air biasa. 

Bahan berbahaya yang ada di vape diantaranya :

  • Nikotin, zat adiktif dan berbahaya yang terdapat dalam rokok dan produk tembakau lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan otak pada remaja dan meningkatkan risiko ketergantungan.
  • Asetaldehida dan formaldehida yang bersifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker.
  • Acrolein, diacetyl dan diethylene glycol, bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
  • THC (tetrahydrocannabinol), zat kimia dalam mariyuana (ganja) yang membuat efek “tinggi”.
  • Vitamin E asetat, bahan kimia yang dapat memicu cedera paru-paru.
  • Logam berat seperti nikel, timah, timbal dan kadmium.
  • Partikel kecil (ultrafin) yang jika dihirup bisa masuk jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan.

Dampak Kesehatan Serius Akibat Kecanduan Vape

  1. Popcorn Lung

“Popcorn lung” atau bronchiolitis obliterans (BO), adalah kondisi langka akibat oleh kerusakan paru-paru sehingga saluran udara menyempit.

Zat yang menyebabkan penyakit ini adalah diacetyl. Diacetyl sering ditambahkan ke dalam e-liquid beraroma untuk meningkatkan rasa.

Menghirup diacetyl menyebabkan peradangan dan jaringan parut permanen pada cabang terkecil saluran udara atau bronkiolus. Jika terjadi peradangan di bagian bronkiolus maka akan menyebabkan kesulitan bernapas. 

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan popcorn lung secara total. Nah, beberapa gejala popcorn lung, seperti:

  • Batuk.
  • Suara tinggi yang terdengar saat bernafas.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  1. Pneumonia lipoid

Pneumonia lipoid adalah fenomena ketika asam lemak masuk ke dalam paru-paru.

Nah, pneumonia lipoid terjadi karena menghirup zat berminyak yang terdapat dalam e-liquid vape, yang memicu respons inflamasi di paru-paru. Gejala pneumonia lipoid meliputi:

  • Batuk kronis.
  • Sesak napas.
  • Batuk darah atau lendir bercampur darah.

Nah, baru-baru ini terdapat fenomena pria di negara bagian Indiana, Amerika Serikat, yang mengalami batuk berdarah tanpa henti. Ternyata, pria tersebut mengalami pneumonia yang disebabkan oleh menghirup vape terlalu lama.

  1. Pneumotoraks spontan primer (paru-paru runtuh)

Pneumotoraks spontan primer, atau paru-paru yang runtuh (kolaps), terjadi ketika ada lubang di paru-paru tempat keluarnya oksigen. Merokok dan vaping dapat meningkatkan risiko kolapsnya paru-paru.

Beberapa tanda-tanda paru-paru kolaps, seperti:

  • Nyeri dada atau bahu yang tajam.
  • Sesak napas.
  • Sulit bernapas.
  1. Mempengaruhi perilaku dan kesehatan mental

Vape jelas mengandung nikotin yang mana merupakan zat adiktif. Ketika seseorang kecanduan pada nikotin dan mencoba berhenti menggunakannya, tubuh dan otak mereka harus terbiasa untuk tidak memiliki nikotin. 

Nah, hal inilah yang dapat berdampak pada mood dan perilaku seseorang. Contohnya menjadi mudah marah, gelisah, merasa cemas atau tertekan, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan mengidam nikotin.

Sementara itu pada remaja, jika mereka sudah kecanduan akan zat nikotin dalam vape, mereka akan cenderung mudah merasa stress.

  1. Mempengaruhi kesehatan gigi dan gusi

Dampak negatif utama dari vaping adalah menyebabkan risiko munculnya penyakit paru-paru. Namun, selain itu vaping juga berpengaruh pada kesehatan gigi dan gusi. 

Menurut studi yang dilaporkan pada tahun 2018, paparan aerosol pada vape dapat membuat permukaan gigi lebih rentan terhadap perkembangan bakteri. Adapun studi lain juga menyatakan, vaping dapat memicu iritasi pada gusi, mulut, dan tenggorokan.

Vape dan Remaja: Ancaman yang Meningkat

Remaja sangat rentan terhadap dampak negatif dari vape. Nikotin dapat mempengaruhi perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang, mengganggu konsentrasi, dan meningkatkan risiko perilaku adiktif lainnya. Selain itu, kemasan yang menarik dan berbagai rasa membuat vape sangat menarik bagi remaja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak, remaja, ibu hamil, dan wanita usia produktif mengisap vape. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2018, prevalensi merokok pada remaja usia 10 sampai 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 1,9 persen dari 2013 (7,20 persen) ke 2018 (9,10 persen).

Rokok konvensional maupun vape sama-sama berdampak buruk untuk kesehatan tubuh kita. Pilihan terbaik untuk kesehatan Anda adalah menghindari penggunaan produk nikotin dalam bentuk apapun. Dengan mengetahui bahaya vape dan rokok konvensional, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijak demi kesehatan jangka panjang. Tetaplah waspada dan informasikan diri Anda serta orang-orang di sekitar Anda tentang risiko yang ada.

Itulah beberapa dampak negatif kecanduan vape bagi kesehatan tubuh. Jika kamu  ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bahaya vape dan ingin membuat janji konsulltasi dengan dokter dapat menghubungi call center kami di (0271) 716 646 (call center) atau 085 854 000 999 (WhatsApp). Karena kesehatan Anda adalah prioritas kami.